Program Studi Musik Bersama Lintas Program Studi FSP ISI Yogyakarta Meriahkan Rasulan Banaran VIII Gunungkidul

Program Studi Musik Bersama Lintas Program Studi FSP ISI Yogyakarta Meriahkan Rasulan Banaran VIII Gunungkidul

Gunungkidul, 2 Juni 2026 – Program Studi Musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan Rasulan atau Bersih Desa yang diselenggarakan masyarakat Padukuhan Banaran VIII, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (2/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sekaligus diseminasi hasil pembelajaran dan aktivitas akademik yang melibatkan sivitas akademika lintas program studi di lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan.

Partisipasi dalam kegiatan tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa dari empat program studi, yaitu empat Program Studi Musik (S1 Musik, S1 Pendidikan Musik, D4 Penyajian Musik, S1 Penciptaan Musik), Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP), dan Program Studi Etnomusikologi. Kehadiran sivitas akademika FSP ISI Yogyakarta mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi acara.

Penampilan Jur@sik Orkestra ISI Yogyakarta

Rangkaian pertunjukan diawali dengan penampilan solo gitar oleh Dwi Hansen, musisi asal Ngleri, yang membawakan karya-karya instrumental dengan nuansa musikal yang komunikatif dan dekat dengan masyarakat. Penampilan berikutnya menghadirkan solo gitar oleh Kustap, S.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Musik ISI Yogyakarta, yang menunjukkan kekayaan ekspresi musikal melalui sajian permainan gitar yang artistik.

Selain pertunjukan musik, acara juga dimeriahkan oleh penampilan Modern Dance dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP). Penampilan tersebut menambah keragaman bentuk sajian seni dalam kegiatan Rasulan, sekaligus memperlihatkan potensi kolaborasi antarprogram studi dalam mengembangkan kreativitas seni pertunjukan.

Dari kiri: Dukuh Banaran VIII, Very; Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, Ridha Mustofa; Wakil Dekan III Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati; suami Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul; Parno (Purnatugas Karyawan Perpustakaan ISI Yogyakarta); dan Ketua RW Banaran VIII.

Pada kesempatan tersebut, tim pengabdian dan mahasiswa juga membawakan berbagai repertoar yang akrab di telinga masyarakat. Lagu-lagu yang ditampilkan antara lain Dari Sabang Sampai Merauke, Sinarengan, Caping Gunung, Kartonyono Medot Janji, Rungkad, Pantun Janda, Iming-iming, Juragan Empang, Bojo Galak, Anak Lanang, serta Koyo Jogja Istimewa. Repertoar yang beragam, mulai dari lagu nasional, lagu daerah, hingga lagu populer Jawa, berhasil membangun suasana yang meriah dan mengundang partisipasi masyarakat untuk bernyanyi bersama.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi seni dalam menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat melalui pendekatan budaya. Rasulan sebagai tradisi syukur masyarakat Gunungkidul menjadi ruang yang relevan untuk mempertemukan aktivitas akademik dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat secara langsung.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, Program Studi Musik bersama program studi lainnya di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta tidak hanya memperkenalkan hasil proses pembelajaran kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat fungsi pengabdian perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, pengembangan seni pertunjukan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis kebudayaan. (Humas Prodi Musik ISI Yk)

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID